Semalam, seorang anak asrama dengan malu-malu tapi raut mukanya seneng banget, bicara padaku tak begitu jelas.
Tapi kira-kira begini, "Bu Lany waktu itu tanya, kita ibadah hari Kamis, bilang mau datang."
Sebetulnya sih panjang omongan dia, pake banget, dan ga jelas, hahahaa....
Satu hal yang aku pahami, dia ingat omonganku tentang mau datang ke asrama waktu itu. Dan dia senang, bukan sekedar karena aku ada di sini.
Ini lebih tentang perhatian sederhana.
Ini tentang terhubungnya kita dengan kesehariannya yang lebih nyata.
Ini tentang janji-janji yang terbayar.
Anak-anak, maunya sederhana. Kita ada di dekat mereka, bersama mereka. Bukan melihat mereka sekedar statistik yang perlu diberi fasilitas dan perlindungan berupa materi.
Hanya saja yang dewasa sering salah mengartikan. Merasa boneka, alat sekolah, tempat tinggal beratap dan berkasur, atau makan setiap hari saja sudah cukup buat mereka. Lalu sibuk dengan kerja yang katanya sih buat memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu.
Pada anak itu, akhirnya (setelah sekian menit dan baru paham maksud dia 😁) aku bilang, "Oiyo to, sa su bilang mau datang. Makanya sa di sini ini sekarang."
Di kepalaku, aku sibuk berpikir, bagaimana aku bisa membuat orang-orang di sini melihat ke kedalaman kalian? Sementara waktuku terbatas sekali.